Bahasa Wahyu vs Bahasa Arab

 


Bahasa Wahyu vs Bahasa Arab: Menelusuri Makna "عربيا" dalam Al-Qur’an

Oleh: Kangmul Ciawi


Pendahuluan: Bahasa Al-Qur’an, Bahasa Arab, atau Bahasa Wahyu?

Dalam memahami Al-Qur’an, salah satu persoalan mendasar adalah: Apakah Al-Qur’an benar-benar berbahasa Arab? Ataukah Al-Qur’an adalah bahasa wahyu yang hanya menggunakan lambang dan bunyi yang serumpun dengan bahasa Arab?

Pertanyaan ini muncul antara lain dari dua ayat Al-Qur’an berikut:

"Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai Qur’an serumpun dengan bahasa Arab, agar kamu berpikir."
(QS Yusuf: 2)

"Dan demikianlah Kami turunkan sebagai Qur’an yang serumpun dwngan bahasa Arab, dan Kami telah menjelaskan di dalamnya berbagai ancaman, agar mereka berbuat patuh atau agar timbul bagi mereka peringatan."
(QS Thaha: 113)

Kedua ayat ini menyebut istilah "قرآنًا عربيًّا". Nah, di sinilah kita perlu fokus pada bentuk kata "عربيًّا"—karena bentuk inilah yang sering disalahpahami.


Apa Itu Yā’ al-Nisbah (ياء النسبة)?

Dalam ilmu Nahwu-Sharf, يَاء النِّسْبَة adalah huruf "يّ" yang ditambahkan pada akhir sebuah kata benda untuk menunjukkan hubungan, asal, atau keterkaitan.

Contoh:

  • عرب → عربيّ = yang berhubungan dengan Arab

  • علم → علميّ = yang bersifat ilmiah

  • ثقافة → ثقافيّ = yang bersifat budaya

Maka "عربيًّا" bukan berarti "bahasa Arab", tapi sesuatu yang memiliki keterkaitan atau serumpun dengan Arab.


Apa Arti “Qur’an Arabiyyan”?

Frasa "قرآنًا عربيًّا" berarti:

"Sebuah Qur’an yang serumpun, berafiliasi, atau berkaitan dengan bahasa Arab",
bukan berarti "Qur’an yang sepenuhnya menggunakan bahasa Arab biasa."

Ini karena Al-Qur’an adalah wahyu Allah, bukan produk budaya Arab. Al-Qur’an adalah bahasa yang turun dari sisi Allah (wahyu), hanya saja ia menggunakan huruf dan dialek yang akrab bagi masyarakat Arab Quraisy saat itu, agar mereka bisa memahami makna hidup, bukan sekadar makna kata.


Bahasa Wahyu: Lebih Tua dari Bahasa Arab

Bahasa wahyu telah ada sejak Nabi Adam. Al-Qur’an tidak lahir dari budaya Quraisy, tapi justru mengoreksi dan membimbing budaya Quraisy.

"وَمَا أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ"
"Kami tidak mengutus seorang rasul pun kecuali dengan bahasa kaumnya."
(QS Ibrahim: 4)

Namun "lisan kaum" di sini bukan berarti bahwa wahyu harus memakai bahasa pergaulan biasa. Wahyu turun dalam bentuk yang khas, penuh makna spiritual, simbolik, dan petunjuk kehidupan, yang mengatasi sekadar gramatika bahasa Arab.


Sejarah Bahasa Arab dan Pewaris Wahyu

  • Al-Qur’an adalah wahyu terakhir dari Allah, diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam lingkungan Quraisy, keturunan Ibrahim dan Ismail.

  • Sementara itu, bahasa Arab yang berkembang dari peninggalan kaum 'Ad dan Tsamud (pasca Nabi Shaleh a.s.) mengalami banyak perubahan fonetik dan dialektik.

  • Perjumpaan antara bahasa Quraisy dan wahyu Al-Qur’an membentuk standar pengucapan Al-Qur’an, tapi tidak menjadikan Al-Qur’an produk bahasa Quraisy.

Jadi, "عربيًّا" di sini tidak boleh diterjemahkan secara leterlek menjadi “berbahasa Arab”, melainkan “berhubungan dengan bahasa Arab” secara bentuk dan fonetik—namun isinya adalah petunjuk hidup dari Tuhan, bukan dialog biasa antar manusia.


Mengapa Ini Penting?

Salah paham terhadap bentuk kata seperti "عربيًّا" bisa membuat kita menyangka bahwa Al-Qur’an = bahasa Arab. Padahal:

  • Bahasa Arab ≠ Bahasa Wahyu

  • Al-Qur’an = Bahasa Wahyu yang menggunakan simbol bahasa Arab sebagai medianya

  • Wahyu tidak tunduk pada struktur gramatikal Arab sepenuhnya

Pemahaman yang tepat akan menghindarkan kita dari terjemahan kaku (leterlek) yang mengabaikan fungsi petunjuk hidup dari Al-Qur’an.


Kesimpulan

Bentuk kata "عربيًّا" dalam Al-Qur’an menunjukkan hubungan formal (struktur huruf, pengucapan) antara Al-Qur’an dan bahasa Arab, bukan identitas penuh.

Maka kita tidak bisa menyamakan bahasa wahyu dengan bahasa Arab biasa. Bahasa wahyu adalah bahasa petunjuk hidup, yang maknanya tidak cukup didekati dengan kamus Arab, melainkan harus ditafsirkan secara tematik dan fungsional berdasarkan seluruh ayat Al-Qur’an itu sendiri.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuju Metodologi Terjemah Fungsional-Wahyu

I'RAB SURAT 'ALAQ AYAT 4

🌿 Bahasa Wahyu – Tafsir Surah Al-Fatihah Ayat 7